Cara Membuat Septic Tank Resapan Yang Aman & Benar

Membuat Septic Tank Resapan – Pada ulasan kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara bikin bio septic tank resapan yang benar dan aman untuk pembuangan limbah di rumah anda. Septic tank merupakan kebutuhan yang harus ada di setiap bangunan rumah dan tempat tinggal. Karena tanpa septic tank, tempat tinggal sebagus apapun akan kurang lengkap untuk ditinggali.  Mungkin ada yang belum mengetahui apa sih yang dimaksud dengan Septic tank biotech maupun bio five itu?

Kami rasa sebagian besar dari anda sudah mengetahui pengertian dari Septic tank adalah bak untuk menampung air limbah yang digelontorkan dari WC (water closet), konstruksi septic tank ada disekat dengan dinding bata dan diatasnya diberi penutup dengan pelat beton dilengkapi penutup kontrol dan diberi pipa hawa T dengan diameter ø1 ½“, menjadi hubungan agar ada udara / oksigen ke dalam septictank yang bertujuan untuk bakteri – bakteri menjadi subur sehingga bakteri itu menjadi pemusnah kotoran – kotoran atau peses yang masuk ke dalam bak penampungannya.

Kenapa bakteri dibiarkan tetap subur didalam septic tank bio ? Jawabannya adalah karena bakteri pada septic tank dimanfaatkan untuk pemusnah kotoran/tinja pada bak penampungan seperti yang kita lihat pada Gambar Septic tank berikut.

Kegunaan dan Fungsi Septic Tank yaitu menjadi penampungan air limbah & proses penghancuran kotoran – kotoran yang masuk, air limbah ini akan mengalir ke rembesan/ sumur peresapan yang jaraknya tak jauh dari septictank, begitu juga penempatan septic tank tak terlalu jauh dari WC (water closet).

Septic tank merupakan sebuah bak penampungan kotoran (maaf-red) dari kloset atau kamar mandi. Terletak di sekitar rumah, baik pada bagian belakang ataupun pada bagian depan rumah, misalnya di bawah garasi, atau dibawah tumpukan tanah pada taman depan rumah, yang biasanya ditutupi dengan rumput hijau penghias halaman.

cara membuat septic tank

Pada intinya fungsi utama Septic tank biasa, septic tank biotech maupun sapiteng bio five adalah sebagai tempat penampungan kotoran dari kloset, peresapan kotoran ke tanah, mencegah bau yang tidak sedap dari kotoran manusia selama beberapa waktu yang tidak ditentukan. Jika tidak bermasalah, maka septic tank akan awet tanpa dilakukan penyedotan.

Jenis Septic Tank

Septic tank yang digunakan di Indonesia pada umumnya memiliki beberapa jenis, namun janis yang dianjurkan, aman dan sering digunakan ada dua jenis, yaitu:

Septic tank jenis tertutup

yaitu seluruh bagian atas ditutup dengan cor beton bertulang dan lantainya juga dilapisi dengan adukan semen, kecuali pada bagian ruang peresapan. Septic tank tertutup sangat cocok digunakan pada rumah dengan lahan yang sempit, misalnya di lokasi perumahan.

Septic tank terbuka

pada bagian atas ruang resapan atau limbah cair tidak ditutup dengan cor beton dan dibiarkan terbuka kecuali limbah padat. Septic tank jenis ini biasanya digunakan di kampung-kampung yang masih memiliki lahan yang luas di sekitar rumah.

Cara Membuat Septic Tank :

Pertama hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan kontruksi septic tank standar yang benar dan baik adalah sebagai berikut:

1. Septic tank

Dapat dipakai secara individu maupun bersama (komunal) sampai dengan 5 (lima) rumah, jika menggunakan sumur resapan / bidang resapan tergantung dari ketersediaan lahan, jika dipakai untuk pemakaian lebih dari 5 (lima) rumah ukuran septic tank atau bidang resapan yang dibutuhkan akan membutuhkan lahan yang cukup luas, untuk mengatasi kebutuhan lahan yang luas ini di bangun suatu Filter untuk menggantikan fungsi bidang resapan. Dibuat di tempat yang memudahkan untuk dilakukan pengurasan.

Ukuran dan volume septic tank hanya dipengaruhi oleh :

Jumlah pemakai dan Waktu putar pengurasan yang direncanakan

Asumsi jumlah kotoran manusia/tahun yang masuk dan diolah tangki septik. Ukuran dan volume tangki septik tak dipengaruhi oleh jenis tanah, daya serap tanah, maupun tinggi muka air tanah. Air yang keluar dari septic tank masih harus diolah dalam bidang resapan , sumur resapan atau filter.

2. Resapan Septic tank/ Sumur Resapan

Hal yang pelu diperhatikan dalam pembuatan septic tank yang baik!

Kontruksi dan ukuran tergantung pada tinggi muka air tanah dan jenis tanah

Jarak dengan sumber air bersih > 10 m

Hanya dipakai untuk pelayanan sampai 5 rumah

3. Resapan air kotor/ rembesan

Rembesan merupakan lubang yang berdekatan dengan septictank, gunanya memperoleh aliran air limbah dari septictank. Konstruksi rembesan terdiri dari pelapisan dari macam-macam bahan dari pasir, diatasnya dipasangkan ijuk, kemudian dipasangkan krikil atau split dipasangkan lagi ijuk diatasnya diberi pasangan batu karang yang berongga diberi ijuk lagi dan pasir kembali dan seterusnya, yang perlu diperhatikan sekeliling lubang diberi ijuk.

Pipa paralon ø 2 ½ “ yang di dalam rembesan diberi berlubang – lubang untuk memudahkan penyebaran air limbah yang mengalir dari septictank ke rembesan. Jika akan memasang sumur pompa atau jet pump agar dipasang lebih dari 10m’. dari penempatan septictank dan rembesan, untuk menghindari infiltrasi air limbah dari rembesan.

4. Bak Kontrol

Bak kontrol adalah bak kecil yang terpasang diantara pasangan saluran air kotor, gunanya menjadi pengontrol setiap saat jika saluran air kotor terjadi hambatan atau terjadi genangan ait yang tak kita inginkan. Bak kontrol menggunakan penutup dari cor – coran beton tulang dilengkapi dengan besi pegangan untuk membuka.

Dasar bak kontrol harus lebih dalam dari dasar saluran air kotor yang terdapat bertujuan agar endapan yang terjadi mudah dibersihkan. Penempatan bak kontrol ada juga ditempatkan pada penutup septic tank disamping menjadi pengontrol mampu juga untuk menginput slang penyedot air limbah di septictank.

KESIMPULAN

  • Tangki septik hanya menerima buangan kakus/peses saja, tak untuk air bekas (mandi dan cuci)
  • Pengurasan tangki septic dilakukan berturut-turut setiap 3 tahun sekali
  • Tak membuang bahan-bahan kimia berbahaya kedalam tangki septik, seperti insektisida, karbol pembersih lantai, pemutih pakaian.
  • Lumpur peses hasil pengurasan tangki septik masih berbahaya untuk manusia dan lingkungan, pengurasan sebaiknya dilakukan oleh orang / petugas yang memiliki peralatan penguras yang memenuhi syarat.
  • Lumpur hasil pengurasan tak boleh dibuang ke sungai, atau ketempat terbuka akan tetapi harus dibuang ketempat yang sudah direncanakan untuk menampung lumpur peses (misal Instalasi Pengolah Lumpur Peses /IPLT).

Sekian cara membuat septic tank yang benar dan aman menurut standard kesehatan nasional. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan tips tips pembuatan septic tank diatas agar keamanan septic anda terjaga dengan benar. Sekian dan semoga bermanfaat dan menjadi rujukan reverensi untuk sobat.

Source :

cara membuat septic tank rembesan yang diberi ijuk

Harga Lainnya :  Cara Memasang Plafon Rangka Kayu Rumah